Pendiri jaringan berita terkemuka CNN, Ted Turner, telah meninggal dunia pada hari Rabu, 6 Mei 2023, di usia 87 tahun. Kabar tersebut mengejutkan banyak orang, mengingat kontribusi besar Turner dalam dunia penyiaran yang tak dapat dipandang sebelah mata.
Turner dikenal sebagai pelopor dalam industri berita, mengubah cara orang mendapatkan informasi melalui peluncuran CNN pada 1 Juni 1980. CNN menjadi jaringan berita 24 jam pertama di dunia, yang tidak hanya merevolusi cara berita disajikan, tetapi juga menginspirasi banyak saluran berita lainnya untuk mengikuti jejaknya. Inovasi ini mengubah lanskap media dan menjadikan berita sebagai konsumsi sehari-hari bagi masyarakat.
Selama hidupnya, Turner bukan hanya dikenal sebagai pebisnis sukses, tetapi juga sebagai seorang dermawan. Ia sering kali terlibat dalam berbagai kegiatan amal dan menyokong banyak proyek lingkungan. Namun, di balik kesuksesannya, Turner juga menghadapi tantangan kesehatan. Pada tahun 2018, ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis dengan gangguan otak progresif yang dikenal sebagai demensia Lewy body. Penyakit ini mempengaruhi kemampuan kognitif dan motoriknya, dan menjadi tantangan yang harus dihadapinya di usia senjanya.
Pada tahun 2025, Turner sempat dirawat di rumah sakit akibat pneumonia. Setelah perawatan intensif, ia menjalani masa pemulihan di fasilitas rehabilitasi, di mana ia berjuang untuk kembali ke kondisi kesehatan yang lebih baik. Meskipun perjuangan tersebut, pengaruh dan warisan yang ditinggalkannya dalam dunia media dan penyiaran tetap akan dikenang.
Kepergian Ted Turner menandai akhir dari era bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menyaksikan langsung bagaimana ia mengubah cara informasi disampaikan. Kontribusinya dalam dunia penyiaran akan terus hidup dalam ingatan, dan ia akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah media.
