Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan ke Vatikan pada hari Kamis. Pertemuan ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara Presiden Donald Trump dan Paus Leo, terutama terkait isu perang di Iran.
Rubio tiba di Vatikan pada pukul 11.10 waktu setempat, dan dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Paus Leo. Ini menjadi kesempatan langka karena merupakan pertemuan pertama antara pemimpin spiritual umat Katolik tersebut dan pejabat kabinet dari pemerintahan Trump dalam hampir satu tahun terakhir.
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut diperkirakan akan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah pertemuan dengan Paus, Rubio direncanakan akan bertemu dengan pejabat tinggi Vatikan, Pietro Parolin, untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang isu-isu diplomatik antara kedua negara.
Paus Leo, yang merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, telah menarik perhatian publik setelah mengeluarkan kritik tajam terhadap kebijakan perang Amerika Serikat dan Israel di Iran, serta kebijakan imigrasi yang ketat di bawah pemerintahan Trump. Kritik tersebut telah memicu kemarahan dari Donald Trump, yang dalam beberapa minggu terakhir melontarkan serangan terbuka terhadap Paus Leo, menandakan ketegangan yang semakin mendalam antara keduanya.
Situasi ini semakin rumit dengan munculnya reaksi dari berbagai pemimpin Kristen dari beragam spektrum politik, menunjukkan bahwa perdebatan mengenai kebijakan luar negeri dan isu sosial tidak hanya terbatas pada pemerintahan, tetapi juga melibatkan pemimpin agama. Kunjungan Rubio ke Vatikan diharapkan dapat membuka ruang dialog antara kedua pihak dan meredakan ketegangan yang ada.
