Indonesia Segera Terima Impor Minyak Mentah dari Rusia

Impor minyak rusia — Indonesia akan segera menerima impor minyak mentah dari Rusia untuk memastikan ketersediaan energi dalam negeri.

impor minyak Rusia untuk kebutuhan energi Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral () mengungkapkan bahwa Indonesia akan segera menerima pasokan impor dari . Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok energi di dalam negeri agar tetap aman dan terjamin.

“Bagi saya, yang paling penting adalah semua stok kita ada. Untuk minyak mentah asal Rusia, sebentar lagi akan masuk,” ucapnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/5).

Meskipun begitu, Bahlil enggan memberikan rincian mengenai harga pembelian minyak mentah tersebut, dan menyebut bahwa transaksi ini dilakukan secara business to business (B2B). “Itu B2B saja. Nanti kita bicarakan lebih dalam ya. Saya tidak mau terlalu mendalami, itu berbahaya,” tambahnya.

Indonesia telah mendapatkan jatah impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia sebagai hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil ke Moskow beberapa waktu lalu. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa komitmen impor ini akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. “Komitmen impor minyak dari Rusia ini sudah disepakati, total yang akan kita impor dari Rusia adalah sekitar 150 juta barel untuk memenuhi kebutuhan kita sampai akhir tahun,” ungkapnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (24/2).

Yuliot menambahkan bahwa jatah impor minyak mentah ini belum dikirim ke dalam negeri karena pemerintah masih menentukan skema yang akan digunakan dan membuat aturannya. “Sekarang kita tinggal menentukan instrumen bagaimana kita mengimpornya. Apakah langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau menggunakan Badan Layanan Umum (BLU)? Kedua opsi ini sedang kita siapkan regulasinya,” ujarnya.

“Jika menggunakan BUMN, ada konsekuensinya, dan jika BLU, kita juga mempertimbangkan kemudahan seperti pembiayaan yang sedang dibahas antara kementerian dan lembaga, termasuk badan usaha, serta jalur impor mana yang akan digunakan,” imbuhnya. Setelah keputusan diambil, minyak akan segera dikirim secara bertahap dari Rusia. Sementara itu, untuk impor LPG, proses negosiasi masih berlangsung.

“LPG belum ada volume yang kita dapat, tetapi untuk crude oil ini sudah sekitar 150 juta barel yang siap diimpor,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *