Pesan Jamintel Reda di Pancasila Cup 2: Junjung Sportivitas

Pancasila cup 2, sportivitas — Pancasila Cup 2 2026: Jamintel Reda Manthovani menekankan pentingnya sportivitas dalam taekwondo untuk para atlet.

Pesan sportivitas dalam Pancasila Cup 2 2026

Jakarta, CNN Indonesia – Dalam pembukaan turnamen 2 yang berlangsung pada Sabtu (16/5) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Jaksa Muda Agung Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani melalui perwakilannya, Kajari Jakarta Timur Topik Gunawan, menyampaikan pesan penting terkait . Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1.200 atlet, termasuk peserta dari kategori para-taekwondo yang berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Topik Gunawan menyampaikan bahwa pesan utama dari Reda Manthovani adalah untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. “Kemenangan yang diraih tanpa sportivitas tidak akan berarti apa-apa. Pesan ini penting untuk semua peserta agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung,” ungkap Topik. Reda Manthovani juga dikenal sebagai Pembina Keluarga Taekwondo Alumni Universitas Pancasila.

Pancasila Cup 2 tidak hanya menjadi ajang bagi atlet taekwondo biasa, tetapi juga menyertakan dari sembilan provinsi yang berkolaborasi dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Topik menekankan komitmen Reda dalam mendukung atlet para-taekwondo, mengingat perannya sebagai Ketua Umum Kontingen Paralympic Paris. “Beliau sangat peduli dengan teman-teman NPC. Dalam beberapa event internasional, beliau selalu turun langsung untuk memimpin dan mendukung atlet kita, baik di Asian Games maupun saat di Paris,” jelasnya.

Topik juga menambahkan bahwa keberhasilan yang diraih oleh para atlet dalam ajang internasional merupakan hasil dari kerja keras Reda dalam memimpin tim. “Kami merasa bersyukur atas penghargaan yang berhasil dibawa pulang dari kompetisi luar negeri. Ini membuktikan bahwa usaha dan dedikasi beliau tidak sia-sia,” katanya. Ia berharap agar pelaksanaan Pancasila Cup 2 dapat menumbuhkan talenta baru di dunia taekwondo, terutama di kalangan atlet para-taekwondo.

“Dari kompetisi ini, kami berharap akan lahir bibit-bibit atlet berbakat yang dapat berprestasi di tingkat lebih tinggi. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan mencapai kesuksesan di masa mendatang,” tutup Kajari Jakarta Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *