Saham Berpotensi Untung di Awal Mei 2026

Saham berpeluang cuan di awal Mei 2026, simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham menarik.

Saham berpeluang cuan di awal Mei 2026

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Gabungan () mengalami penurunan signifikan sebesar 144,42 poin atau 2,03 persen, menutup perdagangan di level 6.956 pada Kamis, 30 April 2026. Selama periode tersebut, investor melakukan transaksi dengan total nilai mencapai Rp21,87 triliun dan memperdagangkan sebanyak 48,19 miliar saham.

Dalam satu minggu terakhir, IHSG melemah pada tiga hari, sementara satu hari lainnya menunjukkan penguatan. Hal ini berakibat pada penurunan total indeks sebesar 5,72 persen sepanjang minggu lalu. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa perdagangan saham di bursa ditutup di zona negatif untuk periode 27 hingga 30 April 2026.

Selama pekan tersebut, kapitalisasi pasar bursa turun 2,78 persen dari Rp12.736 triliun menjadi Rp12.382 triliun. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga menurun sebesar 17,32 persen dari 44,88 miliar menjadi 37,11 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian rata-rata juga mengalami penurunan sebesar 6,81 persen, dari Rp19,61 triliun menjadi Rp18,27 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun menurun 15,02 persen dari 2,75 juta kali menjadi 2,34 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,486 triliun pada hari itu, sementara total nilai jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 mencapai Rp49,874 triliun. Pertanyaannya, bagaimana proyeksi pergerakan IHSG untuk minggu depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak mixed di awal pekan ini, dengan peluang untuk mengalami technical rebound. Ia menilai indeks akan bergerak dalam rentang level support di 6.878 dan resistance di 7.030. “IHSG berpotensi rebound teknis karena indikator RSI mendekati area oversold, memberikan peluang penguatan terbatas,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com pada Minggu, 3 Mei 2026.

Oktavianus menjelaskan bahwa pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, pasar memperhatikan meningkatnya optimisme setelah proposal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran muncul kembali. Hal ini tercermin dari penurunan harga minyak mentah pada akhir pekan lalu, yang dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham dengan meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global dan biaya energi.

Di sisi domestik, pelaku pasar menanti rilis data penting, di antaranya data inflasi April 2026 yang diperkirakan melambat ke level 3 persen secara tahunan pasca dampak musiman Lebaran. Selain itu, pasar juga menunggu data neraca dagang Maret 2026 yang diprediksi masih mencatat surplus sebesar US$4,2 miliar. Oktavianus menilai perlambatan inflasi dan surplus perdagangan yang terjaga akan memberikan sentimen positif bagi investor, menunjukkan fundamental ekonomi domestik yang cukup kuat.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi menarik untuk dikoleksi. Pertama, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang ditutup menguat 4,69 persen menjadi 1.785 pada pekan lalu, dengan proyeksi mencapai level 2.000 pada pekan ini. Kedua, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang ditutup naik 3,28 persen ke posisi 2.520, dengan proyeksi dapat mencapai 2.660 pada pekan ini.

Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan masih berpotensi terkoreksi, meski peluang penguatan jangka pendek tetap ada. Ia menyebutkan bahwa indeks akan bergerak dalam area support di level 6.838 dan resistance di 7.071. “IHSG masih rawan terkoreksi, tetapi ada peluang penguatan jangka pendek,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *