Jakarta, CNN Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa pasar saham Indonesia akan menghadapi tekanan jangka pendek, berupa penurunan harga saham, setelah pengumuman rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa dampak ini sudah diperkirakan sejak awal sebagai konsekuensi dari reformasi transparansi pasar modal yang sedang berlangsung di Indonesia.
Dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia pada Rabu (13/5), Hasan menjelaskan bahwa para analis dan pengamat pasar sudah melihat bahwa langkah struktural ini akan berdampak pada penyesuaian harga saham dalam jangka pendek. “Kita harus menghadapi penurunan ini, yang sudah kita perhitungkan sejak awal,” ujarnya.
Meski demikian, Hasan berharap rebalancing MSCI kali ini akan menjadi titik awal untuk membangun fondasi baru bagi pasar modal Indonesia. “Dengan harapan, momentum ini akan membentuk baseline baru bagi pasar,” tambahnya. Reformasi transparansi yang dilakukan oleh regulator diharapkan dapat meningkatkan kualitas saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
OJK juga mencatat bahwa dalam pengumuman tersebut, MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks mereka. Hasan menyampaikan bahwa OJK telah memetakan sejumlah saham yang memiliki potensi untuk kembali masuk ke indeks global dalam evaluasi mendatang. “Kami akan mengawal saham-saham yang berpotensi untuk menjadi anggota indeks global,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa ada saham yang sebenarnya memenuhi syarat untuk masuk indeks global, namun tertunda karena kebijakan pembekuan penambahan saham Indonesia oleh MSCI. “Kondisi ini bukan semata-mata karena penurunan harga, tetapi juga karena kebijakan freeze dari MSCI. Kami berusaha mendorong emiten untuk meningkatkan transparansi agar lebih banyak saham Indonesia yang bisa masuk ke indeks global,” imbuhnya.
IHSG dibuka melemah ke level 6.753 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5) setelah pengumuman MSCI tersebut. Mengacu pada data RTI Infokom per 09.01 WIB, indeks saham mengalami penurunan 104,9 poin atau minus 1,53 persen dari perdagangan sebelumnya. Transaksi investor mencapai Rp672 miliar dengan 1,16 miliar saham yang diperdagangkan, dimana 116 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 200 stagnan. OJK berkomitmen untuk terus mendorong transparansi di pasar untuk meningkatkan jumlah saham yang masuk ke indeks global.
