Jakarta, CNN Indonesia — Pertarungan antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland dalam UFC 328 diprediksi akan menjadi salah satu duel yang menarik, mengingat rivalitas pribadi di antara keduanya. Setelah kejadian terkenal antara Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor, pertarungan ini dianggap sebagai versi yang mendekati, di mana kedua petarung berusaha menyelesaikan konflik mereka di dalam Octagon.
Chimaev, yang dikenal dengan gaya bertarung mirip Khabib, mengandalkan teknik gulat sebagai kekuatan utama. Ia lebih memilih untuk bertarung di lantai daripada di atas, berbeda dengan Strickland yang memiliki gaya bertarung seperti petinju. Strickland, yang dikenal dengan serangan pukulannya yang mematikan, telah membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan Israel Adesanya dengan pukulan. Ia mengusung gaya ortodoks dalam pertarungannya.
Meskipun demikian, Chimaev menolak untuk dianggap sebagai petarung yang enggan beradu pukulan. Petarung asal Swedia ini mengungkapkan bahwa ia siap untuk bertarung dalam berbagai gaya, termasuk adu pukulan. “Di setiap pertarungan, saya belajar hal-hal baru. Senang rasanya bisa menunjukkan kepada orang-orang bahwa saya mampu bertarung lima ronde,” ujarnya saat diwawancarai oleh UFC.
Strategi pertarungan bukanlah hal yang terlalu penting bagi Chimaev. Yang lebih utama baginya adalah ketahanan fisik dan mental saat memasuki Octagon. “Saya tidak pernah punya rencana permainan. Hanya masuk ke dalam ring dan melakukan tugas saya. Jika pertarungan berakhir dengan KO, saya akan senang,” tambahnya.
Di sisi lain, Strickland merasa yakin dan siap menghadapi tantangan di UFC 328. Ia menyadari bahwa pertarungan selama lima ronde bisa sangat melelahkan, terutama jika terjadi banyak pertarungan di lantai. “Saya merasa baik. Saya menjalani latihan yang hebat. Tidak ada cedera, sungguh menyenangkan tidak merasakan sakit atau nyeri. Saya merasa hebat,” ungkapnya.
Strickland juga menegaskan keyakinannya untuk mengalahkan Chimaev. “Tidak ada seorang pun di divisi ini yang bisa mengalahkannya selain saya. Chimaev adalah juaranya, tapi dia bajingan,” tegasnya. Meskipun pertarungan ini belum mencapai level dramatis seperti Khabib kontra McGregor, atmosfer yang diciptakan oleh rivalitas ini tetap menjanjikan untuk menjadi hiburan yang menarik bagi penggemar MMA.
Dengan pertarungan ini dijadwalkan berlangsung di New Jersey pada Sabtu (9/5) atau Minggu (10/5) WIB, banyak mata yang akan tertuju pada duel ini, di mana kedua petarung berusaha membuktikan siapa yang lebih unggul dalam pertarungan yang penuh emosi dan strategi.
