Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, mencuri perhatian dunia internasional setelah terlihat mengemudikan pesawatnya sendiri menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu, Filipina. Momen menakjubkan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei, saat sang Sultan mendarat di Pangkalan Udara Mactan-Benito Ebuen menggunakan pesawat Boeing 747 miliknya.
Sebagai seorang pilot berlisensi, Sultan Bolkiah tidak asing dengan dunia penerbangan. Ia sering mengemudikan pesawat pribadinya untuk menghadiri berbagai acara resmi, menunjukkan keterampilan dan keahlian yang jarang dimiliki oleh para pemimpin dunia. Keputusan untuk terbang sendiri ke KTT ASEAN menunjukkan dedikasinya dalam menjalankan tugas kenegaraan sekaligus mengedepankan citra positif bagi Brunei.
Penting untuk dicatat bahwa ini bukan kali pertama sang Sultan terbang ke Filipina. Sebelumnya, ia juga pernah membawa pesawatnya dalam kunjungan kenegaraan pada tahun 2017, yang menunjukkan hubungan baik antara Brunei dan Filipina. Kedatangan Sultan Bolkiah ke KTT ASEAN kali ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN, terutama dalam hal keamanan dan perekonomian.
Dalam acara KTT yang dihadiri oleh para pemimpin negara ASEAN, diskusi mengenai berbagai isu penting seperti perubahan iklim, perdagangan, dan keamanan regional menjadi fokus utama. Dengan kehadiran Sultan Brunei yang terbang sendiri, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pemimpin lainnya untuk lebih terlibat secara langsung dalam isu-isu yang dihadapi di kawasan Asia Tenggara.
Tindakan Sultan Brunei ini juga menjadi sorotan media internasional, yang menilai bahwa hal ini menunjukkan keteguhan dan komitmen Brunei dalam memainkan peran aktif di tingkat regional. Selain itu, hal ini juga mencerminkan bahwa para pemimpin tidak hanya sekadar memimpin dari belakang meja, tetapi juga siap terjun langsung untuk menghadapi tantangan.
